Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Jawa Tengah Memilih

Lagi. Agama dijadikan alat di pilkada Jateng. Tak beda dari pilkada Jakarta tahun lalu yang membuat Ahok akhirnya harus rela mendekam di penjara. Kali ini sasarannya juga kebetulan sang petahana. Gara-garanya petahana membaca puisi yang berjudul “Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” di salah satu acara televisi swasta. Puisi tersebut tidak asing, saya pun sudah mendengar beberapa kali puisi tersebut dibacakan oleh beberapa orang. Pembuat puisi tersebut adalah KH Mustofa Bisri atau yang lebih dikenal dengan Gus Mus. Gus Mus menulis puisi tersebut tahun 1987. Selama 30 tahun keberadaan puisi tersebut tidak ada yang protes. Baru sekarang, ketika dibacakan kembali oleh politisi, Cagub Jateng, kok diprotes. Kemana saja 30 tahun belakangan ini.
Banyak kaum-kaum yang embuh pengikutnya siapa, baper mendengar pembacaan puisi Cagub nomor urut satu tersebut. Bukan baper nangis karena terharu, tetapi baper karena merasa (lagi-lagi) puisi tersebut menghina azan. Mereka bilang, azan itu serua…

Postingan Terbaru

Milea yang Baperan dan Dilan yang Enggak Logis

Air Conditioners

Grazie Il Capitano, Gianluigi Buffon

Diskusikan 6 Hal Ini dengan Pasangan Sebelum Menikah

Papa Takut Gelitik

Catatan Setelah 4 Juni 2017 "Its Time To Be Proud"

Belajar Kesetiaan dan Keikhlasan dari Mbah Sri

Wajah Indonesia Sekarang

Memilih

Pemimpin untuk Jakarta